Senin, 16 Maret 2009
DBMS
StandardI. PENDAHULUAN
Sistem Informasi merupakan fundamen dari bangunan tekhnologi informasi dewasa ini. Sistem Informasi juga merupakan sumber penting dari organisasi yang ingin tetap eksis dan kompetitif. Bahkan menjelang millenium III ini kebutuhan akan informasi dan sistem-sistem pendukungnya semakin luas yang tentunya disesuaikan dengan konsumen informasi tersebut, seperti investor yang memerlukan informasi tentang keuangan dan prospek bisnis masa depan atau agen-agen pemerintah yang memerlukan informasi untuk membuat laporan-laporan keuangan serta aktivitas pengoperasian pajak atau kebijakan-kebijakan pemerintah lainnya.
Sistem informasi sebagai sebuah satu kesatuan yang terintegrasi dari berbagai unsur pembentuk informasi agar mudah diterima dan diterjemahkan oleh konsumen, harus mencakup berbagai aspek diantaranya keakuratan, relevansi dan tepat waktu. Ketiga hal tersebut mutlak adanya dalam suatu sistem informasi karena akan sangat mempengaruhi penilaian konsumen terhadap informasi yang dibutuhkannya.
Basis data sebagai aspek mendasar dari sistem informasi harus diolah dengan maksimal agar penyajiannya lebih menarik khususnya dalam tekhnologi informasi yang senantiasa melibatkan komputerisasi yang saat ini sudah didukung oleh berbagai fasilitas Data Base Management System (DBMS), baik SQL, MySQL, Oracle atau aplikasi-aplikasi komputer yang lain.
II. TUJUAN DBMS DAN ADMINISTRATOR BASIS DATA
Mendapatkan data spesifik dalam sebuah format yang mempertemukan informasi dengan user yang berbeda sama sekali merupakan unsur yang berlainan. Adapun poin yang sangat penting mengenai basis data ialah bahwa data dan basis data haruslah menyatu dan saling berhubungan dengan data yang lain menggunakan field-field kunci guna mempertemukan kepentingan user. Beberapa analis mencoba mempertemukan beberapa kepentingan tersebut dalam lingkungan pemprosesan file secara tradisional. Beberapa yang lain menggunakan DBMS (Data Base Management System) seperti sebagian besar perusahaan yang lebih memilih bekerja dengan DBMS khususnya bagi seorang administrator basis data yang menginginkan data lebih terstruktur dan terpelihara.
A. Administrator Basis Data
Dalam lingkungan pemprosesan file tradisional, pengitegrasian data dikerjakan dengan program-program yang tidak terintegrasi oleh programer-programer yang individual. Cukup lama, orang-orang tidak melakukan komunikasi dengan yang lain untuk mendiskusikan struktur data yang terbaik untuk organisasi mereka. Bahkan, struktur data individual untuk satu aplikasi atau kumpulan aplikasi. Sebuah lingkup basis data harusnya mempunyai satu orang atau sekelompok orang, dalam bagian struktur basis data untuk menangani administrasi basis yang biasa disebut administrator basis data.
Administrator basis data bertanggung jawab untuk bekerjasama dengan analis dan user-user guna melengkapi berbagai tugas seperti mendefinisikan data, pemodelan data, disain basis data, menjamin keserasian integritas data, memonitor efisiensi basis data dan mengevaluasi perbedaan teknologi DBMS. Realitas menunjukkan bahwa pemberian kewenangan terhadap seorang khusus sebagai admin basis data sangat menambah efektivitas dari kinerja DBMS.
B. Komponen Software DBMS
Sistem manajemen basis data ialah sekumpulan program yang didisain khusus untuk mendeskripsikan, melindungi, dan mengakses basis data serta mengakhiri keterbatasan pemprosesan file tradisional. Jika suatu basis data didisain, diimplementasikan, dan dipelihara dengan benar , sebuah DBMS bisa membantu suatu organisasi guna memudahkan kemungkinan merespon dan mengganti informasi-informasi yang diperlukan.
Sebuah DBMS mempunyai dua komponen software utama:
1. Sistem Kontrol Basis Data (SKBD), software ini menjadi interface program aplikasi user untuk mengambil data dari data base. Proses memperoleh data seperti baca dan tulis diperintah dari program. Isi dalam software tersebut adalah bahasa manipulasi data (Data Manipulation Language/DML).
2. Sistem Penyimpanan Basis Data (SPBD), software ini memanipulasi file-file data yang diperlukan untuk data yang akan dimasukkan dalam data base. Hal ini untuk menyeimbangkan dan menjaga semua organisasi data dan link antara data-data tersebut. Isi sistem penyimpanan basis data ini adalah bahasa pendefinisian data (Data Definition Language/DDL). Bahasa ini merupakan kosa kata untuk mendefinisikan basis data yang berisi terminologi pendefinisian record, fields, field-field kunci, dan hubungan antara record.
SKBD dan SPBD diatas bekerjasama menyediakan semua fungsi DBMS agar efisien dan efektif .
III. LINGKUP KERJA DAN TEKNIK PENDIAGRAMAN UNTUK MEMAHAMI LEVEL-LEVEL BASIS DATA DAN HUBUNGANNYA
Lingkup kerja dikembangkan pada tahun 1975 oleh Standards Planning and Requirements Committee (SPARC) dari American National Standards Institute (ANSI) yang direferensikan oleh keduanya untuk basis data. Bersama hal ini juga sebagai satu kesatuan adalah teknik pendiagraman Bachman yang digunakan untuk mendefinisikan hubungan basis data yang saling terkait.
A. Lingkup Kerja Menunjukkan Level-Level data dalam Basis Data
Level-level data ditunjukkan oleh tabel dibawah ini
No Level Data Level Pengguna Deskripsi
1 Level External User lanjut dan programmer aplikasi Menampilkan orientasi basis data kepada user sistem. Level ini temasuk subskema
2 Level Konsep Admin basis data dan programmer aplikasi Menampilkan semua basis data. Level ini termasuk skema
3 Level Internal Admin basis data dan programmer sistem Menampilkan hubungan antara satu kesatuan basis data. Level ini termasuk Link
4 Level Organisasi Fisik Programmer sistem Menampilkan layout data fisik pada media penyimpan sekunder. Level ini termasuk Organisasi data
1. Level Data Eksternal
1.a. Sub Skema dan Bahasa Manipulasi Data
Suatu DBMS memperbolehkan sub skema yang berbeda digunakan ketika menulis program atau ketika selesai melakukan penyelidikan online terhadap bahasa manipulasi data. Model referensi ANSI/SPARC tidak didisain untuk standarisasi pada bahasa manipulasi data dari DBMSs. Hanya saja, model referensi ini menunjukkan suatu jalan yang harus ditempuh user sistem untuk menampilkan data.
1.b. Struktur Bahasa Query
Suatu model data dari berbagai jenis jarang digunakan tanpa sebuah fasilitas kemudahan bahasa untuk merepresentasikan dan memanipulasi pemodelan data tersebut. Model relasi dan beberapa variasinya ada yang didasari atas kumpulan teori dan bahasa formal yang disebut relasi Aljabar, tetapi walau bagaimanapun keistimewaan ini hanya bagi user lanjut karena banyak orang yang tidak mahir dalam bahasa formal ini. SQL (Struktured Query language) telah dikembangkan untuk mengantisispasi hal tersebut karena lebih praktis, seperti bahasa inggris. Tetapi logika dari struktur bahasa query adalah logika dari kumpulan teori dan relasi Aljabar yang pada realitasnya masih penting untuk dikuasai.
B. Teknik Diagram yang Berhubungan erat dalam Satu kesatuan
Teknik diagram ini terbagi menjadi tiga elemen yakni satu kesatuan, hubungan, dan atribut, dimana konstruksi dari ketiganya merupakan konsep yang independen bebas dari mekanisme ketidakleluasaan fisik. Kotak merepresentasikan entitas sedangkan segitiga dan garis yang berhubungan menunjukkan keterkaitan.
C. Teknik Diagram Bachman
Teknik diagram ini menggunakan tiga hal yaitu :
1. Entitas lain yang ditampilkan pada kotak horisontal, misalkan isi data base dari sebuah universitas meliputi : Jadwal kelas, fakultas, mahasiswa, dan ruangan. Ditentukan bahwa atribut data didasarkan pada entitas yang dikumpulkan dalam satu kelompok dan ditempatkan pada kotak horisontal yang berdekatan. Misalkan jadual kelas isinya adalah : nomor kelas, seksi, nomor fakultas, pendaftaran, nomor ruangan, hari dan waktu pertemuan. Nama isi yang disajikan tadi adalah atribut data pertama sehingga tidak ada entitas yang memiliki nama yang sama.
2. Kunci Utama diberi garis bawah.
3. Hubungan erat antara entitas-entitas yang ada ditunjukkan dengan garis-garis, garis dan panah digunakan pada diagram untuk menunjukkan bagaimana keterkaitan dan hubungan antara entitas yang bisa dikaitkan dengan tiga cara yang berbeda yakni, satu ke satu entitas, satu ke banyak entitas, atau banyak ke banyak entitas
2. Data Level Konsep
Level ini mempunyai dua tujuan :
Untuk merepresentasikan kebutuhan akan data yang lengkap dan akurat
Mengembangkan kemudahan untuk memahami skema bagi user, programer, atau orang yang akan memelihara struktur basis data tersebut.
Pemodelan merupakan suatu cara untuk memvisualkan keterkaitan data yang abstrak dalam sebuah data base. Pada level konsep ada tiga model data utama yang digunakan untuk merepresentasikan keterkaitan data, yaitu
1.a. Model Data Hirarki
Model ini sudah cukup dikenal dimana data direpresentasikan sebagai pohon yang terstruktur dari atas kebawah dan saling berhubungan. Simpul paling atas adalah root. Model ini sekaligus paling mudah dipahami oleh pengguna data base pada umumnya tetapi model ini kurang bisa merepresentasikan data base yang kompleks.
1.b. Model Data Jaringan Kerja (NetWork)
Suatu data model jaringan kerja bisa menjadi simpel juga bisa kompleks. Pemodelan kompleks digunakan untuk menunjukkan semua kemungkinan hubungan keterkaitan yang ada antara entitas dalam suatu basis data, tetapi model ini bisa menjadi sulit dipahami karena banyaknya, karena akan terlihat sebuah model jaringan menjadi sangat begitu kompleks dan komprehensif.
1.c. Model Data Relasional
Model ini dapat menggambarkan semua hubungan antara entitas sekaligus relatif lebih mudah dipahami. Sebuah relasi merupakan tabel dua dimensi yang merepresentasikan setiap entitas. Setiap kolom menggambarkan atribut data sedang setiap baris merepresentasikan sebuah record.
3. Level Data Internal
1.a. Pengurutan File-file
Suatu standarisasi sekuensial file merupakan satu cara yang sederhana untuk mengumpulkan data. Seperti gambaran dua entitas universitas yaitu JADUAL KELAS DAN ANGGOTA FAKULTAS, dijadikan kedalam dua bagian file sekuensial. Dua file tidak bisa menepati deret yang sama dalam satu waktu untuk itu perlu pemecahan lain, yang biasa ialah dengan mengurutkan file-file untuk laporan pertama, selanjutnya mengurutkan file-file tersebut kembali dan menjadikannya laporan kedua
1.b. Link List
Link list menggunakan ekstra penamaan field yang disebut pointer untuk mengumpulkan record-record. Pointer field berisi nomor record relatif dari record berikutnya pada tampilan tersebut. Suatu nomor record relatif adalah nomor record permulaan dari awal suatu file. Pointer link record dinamakan bersama-sama dalam deret nomor kelas. Setiap nomor link dapat dimasukan untuk merepresentasikan deret logika yang berbeda dari suatu data.
1.c. Inverted List
Satu dari bagian belakang link list diproses dengan cepat ini membutuhkan waktu yang lama untuk mencari record-record yang berhubungan sebelum menemukan record yang lebih spesifik. Metode lain link data adalah inverted list untuk mempercepat proses pencarian tersebut
4. Pendekatan Terhadap Analisis Data
Seorang sistem analis menentukan data apa saja yang diperlukan oleh sebuah organisasi. Selain itu ia juga menentukan bagaimana data-data tersebut dihubungkan secara bersama-sama. Analisis data bukanlah pekerjaan yang mudah karena seorang analis harus mengantisipasi keperluan masa depan suatu organisasi dan mengkreasikan suatu basis data agar lebih fleksibel untuk di update sewaktu-waktu. Oleh karena itu dua dasar pendekatan pada analisis data adalah berorientasi pada proses dan berorientasi pada informasi.
1.a. Pendekatan Berorientasi Proses
Pendekatan ini bekaitan dengan aliran data dari kumpulan proses yang spesifik dimana keluarannya diuji dan memproses aplikasi untuk mendeterminasikan data yang diinginkan dari suatu sistem. Yang harus diperhatikan dalam menggunakan pendekatan ini adalah pada : semua laporan yang sudah tersedia, layar tampilan, kalkulasi, keputusan yang diperlukan untuk suatu aplikasi. Field-field data diidentifikasikan dan format-format recordnya di kendalikan.
Pendekatan ini bekerja sangat baik jika seorang sistem analis mengetahui lebih lanjut output dari suatu sistem. Pendekatan ini juga sangat cocok untuk aplikasi akunting.
1.b. Pendekatan Berorientasi Informasi
Seorang sistem analis yang menggunakan pendekatan ini bersama-sama user mendeterminasikan apakah suatu data layak menjadi bagian dari basis data. Selanjutnya seorang analis mengidentifikasikan isi data dan harus diupayakan dapat menghasilkan sebuah struktur yang mudah dimodifikasi, meminimalisasi kelebihan data, dan dapat dihubungkan bersama-sama apabila diperlukan
IV. KESIMPULAN
Demikian urgennya suatu sistem informasi sehingga memerlukan perangkat-perangkat pendukung kompleks yang terintegrasi satu sama lain seperti administrator, programer, analis, software, hardware, sistem struktur aliran data serta DBMS itu sendiri. Perangkat-perangkat diatas diharapkan dapat memaksimalkan hasil dari suatu kinerja penyusunan basis data sehingga manajemennya dapat dioptimalkan.
DBMS sebagai suatu metode terstruktur merupakan teknik yang lebih modern untuk menangani kompleksipitas permasalahan penanganan basis data agar semua data yang terintegrasi didalamnya dapat dengan mudah diakses atau bahkan dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh pihak pengguna informasi. Selain itu penting juga bagi administrator dan kesinambungan keja serta masa depan sebuah organisasi yang menginginkan penanganan data base mereka lebih profesional dan up to date apalagi ditengah persaingan pasar global yang menuntut kinerja yang kompetitif dari berbagai lembaga dan perusahaan apabila ingin tetap eksis ditengah era teknologi informasi yang semakin menuntut respon dan aksi yang lebih cepat.
Sistem informasi yang bagus identik dengan penanganan basis data yang baik untuk itu perlu orientasi pengolahan basis data sesuai dengan kebutuhan artinya akan lebih baik apabila suatu planing disusun untuk mengolah basis data tersebut agar lebih mudah dibuat menjadi informasi yang tidak terlepas dari prinsip relevansi, aktual, dan tepat waktu.
SUMBER: INTERNET
bASiS DaTa
StandardBasis Data 1 ( Apa dan Bagaimana Basis Data )
1. DATA DAN INFORMASI
Data adalah fakta mengenai objek, orang dan lain-lain. Data dinyatakan dengan nilai (angka, deretan karakter, atau simbol).Informasi adalah hasil analisis dan sintesis terhadap data. Dengan kata lain informasi dapat dikatakan sebagai data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang, entah itu manajer, staff, ataupun orang lain di dalam suatu organisasi atau perusahaan.
2. HIRARKI DATA
Secara tradisional , data diorganisasikan ke dalam suatu hirarki yang terdiri atas elemen data, rekaman (reccord), dan berkas (file).
- Elemen Data
Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Pada data kepegawaian, elemen data dapat berupa nama pegawai, alamat, kota tempat tinggal, dan atribut lain yang menyangkut seorang pegawai.
Istilah lain untuk elemen data adalah medan (field), kolom, item, dan atribut.
- Rekaman
Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh, nama, alamat, kota, dan tanggal lahir seorang pegawai dapat dihimpun dalam sebuah rekaman.
Dalam sistem basis data relasional, rekaman biasa dengan istilah tupel atau baris.
Himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas. Berkas dapat dikatakan sebagai kumpulan rekaman data yang berkaitan dengan suatu objek.
Dalam sistem basis data relasional, berkas mewakili komponen yang disebut tabel atau relasi.
3. BASIS DATA
Beberapa definisi basis data :
- Chou mendefinisikan basis data sebagai kumpulan informasi bermanfaat yang diorganisasikan ke dalam tatacara yang khusus.
- Fabbri dan Schwab : Basis data, adalah sistem berkas terpadu yang dirangcang terutama untuk meminimalkan pengulangan data.
- Date : Basis data dapat dianggaop sebagai tempat untuk sekumpulan berkas data terkomputerisasi.
Basis data tidak hanya sekedar kumpulan berkas (tabel), tetapi juga mencakup hal-hal lain, seperti hubungan antar tabel, view (tabel yang bersifat logis, yang merupakan paduan sejumlah medan milik sejumlah tabel), dan bahkan kode yang disebut prosedur tersimpan.
4. SEJARAH KEMUNCULAN BASIS DATA
- Sistem Pemrosesan manual ( berbasis kertas)Sistem pemrosesan manual merupakan bentuk pemrosesan yang menggunakan dasar berupa setumpuk rekaman yang disimpan pada rak-rak berkas. Jika sesuatu berkas diperlukan , berkas tersebut harus dicari pada rak-rak tersebut.
- Sistem pemrosesan BerkasSistem pemrosesan berkas merupakan sekelompok rekaman di simpan pada sejumlah berkas pada sejumlah berkas secara terpisah.
Kelemahan sistem ini :
- Kemubaziran data
- Keterbatasan berbagi data
- Ketidakonsistenan dan kurangnya integritas, serta
- Ketidakluwesan (terutama dalam hal pengembangan dan perubahan)
Basis Data 2 (Berkenalan dengan DBMS)
Keunggulan DBMS :
1. Kepraktisan
2. Kecepatan
3. Mengurangi kejemuan
4. Kekinian
Komponen Utama DBMS
Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi empat macam :
1. Perangkat keras,
2. Data, Data dalam basis data mempunyai sifat terpadu (integrated) dan berbagi (shared)
3. Perangkat Lunak, dan
4. Pengguna.
MODEL BASIS DATA
1. Model Hirarkis / Model Pohon
2. Model Jaringan
3. Model Relasional
Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna, serta merupakan model yang paling populer saat ini.
Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut relasi atau tabel ), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut.
DBMS yang bermodelkan relasional biasa disebut RDBMS (Relational Data Base Management System).
Ada Beberapa Sifat yang melekat pada suatu relasi :
1. Tak ada tupel (baris) yang kembar)
2. Urutan tupel tidaklah penting
3. Setiap atribut memiliki nama yang unik
4. Letak atribut bebas ( urutan atribut tidak penting)
5. Setiap atribut memiliki nilai tunggal dan jenisnya sama untuk semua tupel.
Pada model relasional, jumlah tupel suatu relasi disebut kardinalitas dan jumlah atribut suatu relasi disebut derajat (degree) atau terkadang disebut arity. Relasi yang berderajat saru (hanya memiliki satu atribut) disebut unary. Relasi yang berderajat dua disebut binary dan relasi yang berderajat tiga disebut ternary. Relasi yang berderajat n disebut n-ary. Istilah lainnya yang terdapat pada model relasional adalah domain. Domain adalah himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut.
Contoh produk DBMS terkenal yang menggunakan model relasional antara lain adalah :
1. DB2 (IBM)
2. Rdb/VMS (Digital Equipment Corporation)
3. Oracle (Oracle Corporation)
4. Informix (Informix Corporation)
5. Ingres (ASK Group Inc)
6. Sybase (Sybase Inc)
Di lingkungan PC, produk-produk berbasis relasional yang cukup terkenal antara lain adalah :
1. Keluarga R:Base (Microrim Corp) antara lain berupa R:Base 5000
2. Keluarga dBase (Ashton-Tate, sekarang bagian dari Borland International), antara lain dbase III Plus, dbase IV, serta Visual dBase
3. Microsoft SQL ( Microsoft Corporation)
4. Visual FoxPro (Microsoft Corporation)
MACAM-MACAM PERINTAH DATA BASE
1. Bahasa Definisi Data (Data Definition Language/ DDL)
DDL adalah perintah-perintah yang biasa digunakan ileh administrator basis data (DBA) utnuk mendefinisikan skema ke DBMS. Skema adalah deskripsi lengkap tentang struktur medan, rekaman, dan hubungan data pada basis data
Index merupakan suatu mekanisme yang lazim digunakan pada basis data, yang memungkinkan pengambilan data dapat dilakukan dengan cepat.
2. Bahasa Manipulasi Data (Data Manipulation laguage/ DML)
DML adalah perintah-perintah yang digunakan untuk mengubah , mamnipulasi dan mengambil data pada basis data. Tindakan seperti menghapus, mengubah, dan mengambil data menjadi bagian dari DML. DML pada dasarnya dibagi menjadi dua :
- Prosedural, yang menuntut pengguna menentukan data apa saja yang diperlukan dan bagaimana cara mendapatkannya.
- Nonprosedural, yang menuntut pengguna menentukan data apa saja yang diperlukan, tetapi tidak perlu menyebutkan cara mendapatkannya.
3. DQL ( Data Query Language)
Query sesungguhnya berarti pertanyaan atau permintaan. Istilah ini tetap dipertahankan dalam bentuk asli, karena telah populer di kalangan pengguna DBMS di Indonesia.
Mengukur kualitas sistem dari sisi AplikasiSeiring dengan kemajuan itu maka berkembanglah aplikasi-aplikasi untuk mendukung seluruh aspek bisnis yang ada bagai jamur yang tumbuh di musim hujan. Saking banyaknya malah menjadi masalah tersendiri bagi perusahaan yang akan memulai menggunakan teknologi ini, pertanyaan terbesarnya adalah harus mana yang dipilih? Salah-salah dalam memilih aplikasi, alih-alih performa makin meningkat, yang ada malah semakin ruwet.
Pada zaman yang sudah modern seperti sekarang ini, nyaris tidak ada satupun perusahaan yang mengandalkan Teknologi komputer menjadi pendukung ferformance bagi sistem perusahaannya. Seperti kita telah ketahui, sistem terdiri dari Hardware, Software, dan Brainware. Pada kesempatan ini akan dibatasi dari sisi Software dan lebih fokus lagi di sisi aplikasinya.
Sekarang, apabila sudah terlanjur memakai suatu aplikasi untuk mendukung sistem yang sudah ada, bagaimana cara mengidentifikasi apakah aplikasi itu cocok, atau malah membuat masalah baru.
Diantara Indikator-indikator sistem yang mengalami masalah adalah :
1. Keluhan pelangan terhadap pelayanan.
2. Pelaporan yang salah / terlambat / sulit.
3. Pembayaran yang terlambat.
4. Biaya operasi yang tinggi.
5. Investasi yang tidak efisien.
6. Peramalan penjualan dan produksi yang salah.
7. Waktu kerja yang berlebihan.
8. Kesalahan manual yang tinggi.
9. Pengolah file-file yang tidak teratur, dan lain-lain.
Naah, apabila indikator-indikator diatas lebih banyak yang terjadi, dan malah menjadi kebiasaan, maka sudah saatnya mengembangkan atau malah melirik yang lain
Berbicara masalah pengembangan sistem, maka usaha ini harus memberikan peningkatan dalam aspek-aspek :
1. Performance (hasil kerja)
2. Information (kualitas)
3. Economy (keuntungan, penurunan biaya)
4. Control (pengendalian kesalahan)
5. Efficiency (efisiensi operasi/sumber daya)
6. Services (pelayanan)
Dan sejak awal harus disadari ada beberapa hal sebagai prinsip pengembangan sistem :
1. Mendukung kebutuhan informasi manajemen.
2. Memerlukan investasi modal yang besar.
3. Membutuhkan staff yang terlatih/terdidik.
4. Membutuhkan perencanaan, koordinasi dan tahapan kerja.
Tetapi apabila sistem yang ada sudah memenuhi kriteria-kriteria :
1. Relevance (sesuai kebutuhan).
2. Capacity (kapasitas sistem).
3. Efficiency (efisiensi sistem).
4. Timeliness (ketepatan waktu untuk menghasilkan informasi).
5. Accessibility (kemudahan akses).
6. Flexibility (keluwesan sistem).
7. Accuracy (ketepatan nilai dari informasi).
8. Reliability (keandalan sistem).
9. Security (keamanan sistem).
10.Economy (nilai ekonomis sistem).
11.Simplicity (kemudahan sistem digunakan).
maka sistem yang ada termasuk efektif dan efisien, tinggal maintenace supaya mencapai performance yang optimal.
Basis data
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Basis data
(bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kwitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
Senin, 09 Maret 2009
akutansi
StandardPihak Yang Menggunakan dan Membutuhkan Informasi / Laporan Akuntansi - Belajar Ilmu Akutansi / Accounting
1. Pihak Internal
Pihak internal adalah pihak yang berada dalam struktur organisasi. Manajemen adalah pihak yang paling membutuhkan laporan akuntansi yang tepat dan akurat untuk mengambil keputusan yang baik dan benar. Contohnya seperti manajer yang melihat posisi keuangan perusahaan untuk memutuskan apakah akan membeli gedung untuk kanntor cabang baru atau tidak.
2. Pihak Eksteral / External
a. Investor
Investor membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk menentukan apakah akan menanamkan modalnya atau tidak. Jika dalam prediksi investor akan memberikan keuntungan yang baik, maka investor akan menyetorkan modal ke perusahaan, dan begitu juga sebaliknya.
b. Pemegang saham / pemilik perusahaan
Para pemilik perusahaan yang mempunyai bagian saham perusahaan membutuhkan informasi keuangan perusahaan untuk dapat mengetahui sejauh mana kemajuan atau kemunduran yang dialami perusahaan. Pemegang saham akan mendapatkan keuntungan dari dividen yang akan semakin besar jika perusahaan untung besar.
c. Pemerintah
Besarnya pajak yang harus dibayarkan perusahaan atau organisasi kepada pemerintah sebagaian besar berdasarkan atas informasi pada laporan keuangan perusahaan.
d. Kreditur
Jika perusahaan sedang terdesak dan membutuhkan dana segar perusahaan mungkin akan meminjam uang pada kreditor seperti meminjam uang di bank, berhutang barang pada supplyer / pemasok. Kreditur akan memberikan dana jika perusahaan memiliki kondisi keuangan yang baik dan tidak akan memiliki potensi yang besar untuk merugi.
e. Pihak Lainnya
Sebenarnya masih banyak pihak lain dari luar perusahaan perusahaan yang mungkin saja akan menggunakan laporan / informasi akuntansi suatu organisasi seperti para karyawan, serikat pekerja, auditor akuntan publik, polisi, pelajar / mahasiswa, wartawan, dan banyak lagi lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)